Kutipan bijak tentang keterampilan komunikasi!

Kutipan bijak tentang keterampilan komunikasi


1) “Setiap kemajuan dalam komunikasi justru membuat kebosanan semakin parah.”

-Frank Moore Colby


Setiap kemajuan dalam komunikasi justru membuat kebosanan semakin parah, karena inti dari komunikasi hanyalah menunjukkan suatu bentuk ekspresi. Kemajuan dalam komunikasi hanyalah cara yang lebih jelas untuk mengekspresikan diri; tanpa bahasa cinta, hal itu kemungkinan besar akan berujung pada kebosanan. Inilah mengapa cara yang lebih baik dalam mengekspresikan diri tanpa bahasa cinta justru akan membuat kebosanan semakin parah. Komunikasi adalah komunikasi, sedangkan bahasa cinta adalah tindakan ekspresi yang berasal dari kehendak sendiri sambil menyadari apa yang sebenarnya sedang dilakukan, demi mencapai efek yang ingin kita timbulkan.


2) “Hal terpenting dalam komunikasi adalah mendengarkan apa yang tidak diucapkan.”

-Peter DruckerB


Saat kita berkomunikasi dengan seseorang, akan ada hal-hal negatif dan positif yang tidak diungkapkan, seperti rasa bosan atau rasa malu yang berlebihan untuk mengungkapkan cinta. Ketika kita menyadari bahwa kita membuat seseorang bosan atau bahwa seseorang terlalu malu untuk mengungkapkan cinta, kita akan menggunakan apa yang membuat komunikasi menjadi efektif. Tanpa mengetahui apa yang membuat komunikasi efektif, kita tidak akan pernah mencapai hasil yang kita inginkan.


3) “Kata-kata—sepolos dan tak berdaya apa adanya, seperti tercantum dalam kamus, betapa dahsyatnya pengaruhnya bagi kebaikan maupun kejahatan di tangan orang yang tahu cara menggabungkannya.”

-Nathaniel Hawthorne


Kata-kata itu sendiri hanyalah kata-kata belaka, sedangkan mengetahui cara menggunakannya secara positif atau negatiflah yang mengungkap sisi baik dan buruk di dalamnya. Di tengah-tengah kamus terdapat ribuan kata, tetapi tanpa mengetahui cara menggunakannya, kita hanya akan merasa terpelajar tanpa benar-benar menguasai kata-kata tersebut. Oleh karena itu, belajar memang penting, namun kita juga harus menerapkannya dalam kehidupan. Menjadi terlalu baik atau terlalu buruk memiliki konsekuensinya masing-masing, sementara mengetahui cara menggabungkan keduanya berarti mengetahui kapan harus bersikap baik dan kapan harus bersikap jahat. Inilah perbedaan antara seorang pria terhormat dan pria nakal yang disukai wanita.


4) “Saya tidak setuju dengan apa yang Anda katakan, tetapi saya akan membela hak Anda untuk mengatakannya sampai mati.”

-Evelyn Beatrice Hall


Menjadi orang yang selalu setuju dengan orang lain akan berujung pada kegagalan dalam suatu hubungan. Menyetujui segala sesuatu yang dikatakan seseorang menunjukkan tanda kelemahan yang akan dimanfaatkan oleh sisi negatif dari sifat manusia. Membela hak seseorang untuk mengutarakan apa yang ingin dikatakannya sampai mati berarti tidak membiarkan orang lain selaras dengan orang tersebut, kecuali diri sendiri. Ini adalah cara yang seolah-olah menunjukkan bahwa kita tidak menyukai orang tersebut dari penampilan luar kita, padahal sebenarnya kita menyukainya di dalam hati.


5) “Isi kertasmu dengan detak jantungmu.”

-William Wordsworth


Tanpa bahasa cinta, cara apa pun yang kita gunakan untuk mengekspresikan diri hanya akan berujung pada pemahaman semata. Dengan kata lain, pemahaman tanpa cinta di dalamnya sama sekali tidak berarti apa-apa. Ketika seseorang membaca karya sastra kita atau melihat gambar kita, bahasa cinta lah yang akan menarik orang tersebut kepada kita; tanpa itu, karya tersebut hanyalah sebuah karya sastra atau potret biasa. Hidup bukanlah tentang seberapa banyak napas yang kita ambil, melainkan tentang momen-momen yang membuat napas kita tertahan.